Menelusuri Budaya Jawa Di Keraton Yogyakarta
Keraton Yogyakarta merupakan sebuah kompleks bangunan tempat tinggal
serta titik pusat kegiatan kesultanan Yogyakarta dan menjadi salah satu tempat wisata di Yogyakarta. Sebelum merencanakan liburan tahun 2015 dengan kalender 2015,
ada baiknya menyimak sedikit info ini. Keraton ini menjadi saksi
sejarah dari kekayaan budaya serta tradisi masyarakat Jawa, terutama
masyarakat Jogjakarta. Kompleks keraton Yogyakarta dirancang sedemikian
rupa sehingga setiap detail bangunan yang ada di kompleks ini memiliki
arti serta makna tersendiri, dan banyak yang berpendapat kalau keraton
Yogyakarta ini merupakan cerminan dari kosmologi Jawa.
Beberapa paket wisata Jogja
akan menawarkan wisata budaya di keraton ini. Mulai dari letak bangunan
ini yang berada di tengah-tengah kota Jogjakarta, sehingga kalau
ditarik garis lurus dari Gunung Kidul dan Laut Kidul, maka keraton
Yogyakarta tepat berada di tengah garis tersebut. Bukan hanya letaknya
yang memiliki filosofi tersendiri, bahkan setiap jengkal dari keraton
yogyakarta ini memiliki arti serta filosofi yang mencerminkan kekayaan
budaya Jawa. Mulai dari arsitektur bangunan, hiasan, ukiran, letak
bangsal serta bangunan yang ada di kompleks ini, pohon, taman, halaman,
tiang, hingga gerbangnya pun memiliki filosofi serta arti.
Halaman depan keraton Yogyakarta berupa alun-alun yang sangat luas,
alun-alun tersebut bernama Alun-Alun Utara, dan halaman belakang keraton
juga berupa alun-alun yang bernama Alun-Alun Selatan.
Alun-alun yang terletak di depan keraton yogyakarta merupakan alun-alun
yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan, karena di alun-alun ini
terdapat dua pohon beringin yang sangat besar, yang dikenal dengan
beringin kembar.
Banyak orang yang percaya kalau bisa melewati tengah-tengah diantara
kedua pohon beringin itu dengan mata tertutup, maka segala keinginannya
akan terkabul. Mitos ini sudah menyebar ke seantero Jogja, bahkan
mungkin sudah menyebar ke seluruh pulau Jawa dan Indonesia. Maka tak
heran ketika anda berkunjung ke alun-alun ini maka akan melihat
orang-orang yang sedang berusaha berjalan melewati jalan yang diapit
oleh beringin kembar tersebut. Saat anda berkunjung ke tempat ini, tidak
salahnya anda untuk mencoba.
Keraton Yogyakarta ini dibangun pada thaun 1755, dengan arsitek Sri
Sultan Hamengkubuwono I. Banyak yang berpendapat bahwa arsitektur
bangunan keraton yogyakarta merupakan cerminan dari arsitektur
tradisional jawa yang penuh dengan falsafah dan kepercayaan kuno yang
tidak ada bandingannya. Luas keraton Yogyakarta sekitar 14.000 m2, dan
ketika masuk ke dalamnya anda akan menemukan banyak bangunan serta
lapangan. Suasana keraton Yogyakarta ini sangat asri dan teduh. Apabila
ingin berkunjung ke tempat ini, maka anda harus berkunjung pada pagi
hari. Karena keraton Yogyakarta hanya dibuka untuk umum dari pukul
08.30-12.30, serta pada hari Jum’at hanya sampai pukul 11.00.
Untuk masuk ke dalam kompleks keraton ini sebagai wisatawan, maka
anda akan dikenakan tarif masuk Rp.5000, serta tambahan biaya Rp.1000
apabila anda ingin mengambil gambar ataupun video. Selain dapat
menikmati keindahan arsitektur bangunan ini serta menikmati berbagai
koleksinya, anda juga dapat melihat pertunjukan yang setiap hari selalu
diadakan di tempat ini. Pertunjukan tersebut dilakukan tiap hari dari
hari senin sampai hari minggu.
Mulai dari pertunjukan musik gamelan yang diadakan hari senin-selasa
mulai pukul 10.00, wayang golek menak pada hari rabu pukul 10.00,
pertunjukan tari pada hari kamis pukul 10.00, macapat pada hari jum’at
pukul 09.00, pertunjukan wayang kulit pada pukul 09.30 pada hari sabtu,
serta pada hari minggu ada pertunjukan wayang orang dan pertunjukan tari
pada pukul 09.30. Jadi pastikan keraton Yogyakarta ini anda masukan
dalam daftar tempat wisata di Jogja yang wajib anda kunjungi. Gak lengkap rasanya jika ke Jogja belum pernah menginjakkan kaki di sini. O ya kunjungi juga wisata pantai di Jogja yang menurut webwisata.com gak kalah menarik dari pantai di Bali. Selamat berwisata.
sumber : http://webwisata.com/menelusuri-budaya-jawa-di-keraton-yogyakarta.html
wowwww
BalasHapus